Minggu, 25 April 2010

Fadhilah Dzikir

Dari Abu Hurairah r.a. Rasululloh bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki satu jama’ah Malaikat yang selalu berkeliling di jalan jalan untuk mencari ahli Dzikir. Apabila mereka menjumpai orang – orang yang sedang berdzikir kepada Allah, mereka saling memanggil satu sama lain, ‘Kemarilah, inilah yang kalian cari’, Lalu para Malaikat itu mengerumuni majelis tersebut dengan sayap – sayap mereka sampai langit. Apabila para ahli dzikir itu sudah berpisah dari majelis, para Malaikat itupun naik kembali ke langit.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya kepada mereka (sedangkan Dia Maha Mengetahui), “Darimanakan kalian datang ?”

Para Malaikat menjawab, “Kami datang dari hamba – hamba-Mu yang sedang sibuk mensucikan, mengagungkan dengan memuji Dzat-Mu.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya lagi, “Apakah meraka dapat melihat aku ?”

Para Malaikkat menjawab, “ Tidak, mereka tidak bisa melihat Engkau ya Allah.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya lagi, “Bagaimana seandainya mereka tahu ?”

Para Malaikat menjawab, “Jika mereka bisa melihat Engkau, tentulah mereka akan lebih giat lagi beribadah lagi beribadah kepada-Mu dan lebih banyak lagi memuji serta mensucikan Dzat-MU.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Apa yang mereka minta ?”
Para Malaikat menjawab, “ Mereka meminta surga-Mu ?”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Apa mereka pernah melihat surga itu ?”

Para Malaikat menjawab, “ Mereka belum pernah melihat surga itu.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Bagaimana sekiranya mereka telah melihat Surga-Ku itu ?”

Para Malaikat menjawab, “ Sekiranya mereka telah melihat surga-MU, tentu mereka lebih ingin dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Dari apakah mereka minta di lindungi ?”
Para Malaikat menjawab, “Mereka berlindung dari neraka Jahannam.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Apakah mereka sudah pernah melihat neraka itu ?”

Para Malaikat menjawab, “ Tidak, mereka tidak pernah melihat neraka itu.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Bagaimana seandainya mereka bisa melihat neraka itu ?”

Para Malaikat menjawab, “Seandainya mereka bisa melihat neraka itu, yentu mereka akan lebih takut dan lebih berusaha lagi untuk menjauhkan diri darinya.”

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Hendaknya kamu sekalian menjadi saksi bahwa Aku telah mengampuni semua peserta majelis itu.”

Lalu salah satu dari Malaikat itu berkata, “Ya Allah, si fulan itu datang secara kebetulan karena urusannya sendiri, dia bukan peserta dari majelis itu.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman lagi, “Majelis itu adalah suatu majelis yang sangat berbahagia, maka tidak akan kecewa orang – orang yang menyerta majelis itu.”

(HP Bukhari dan Muslim)

******

Syeikh Abu Bakar Kattani rah.a. becerita, “Suatu ketika beberapa orang berkumpul di Makkah pada musim Haji. Salah seorang di antaranta adalah Syeikh Junid Baghdadi rah.a. Di dalam pertemuan tadi di kemukakan masalah “cinta kepada Allah” & “Siapakah kekasih Allah” itu ? Masing masing memberikan pandangannya sendiri sendiri.

Tapi Syeikh Junid Baghdadi hanya duduk diam. Kemudian mereka meminta supaya Syeikh Baghdadi juga mengemukakan pendapatnya.

Lalu Syeikh Baghdadi berkata sambil menagis, “Orang yang mencintai Allah dengan sebenarnya ialah apabila seseorang telah meniadakan ke-aku-annya. Dzikirullah telah menyatu dengan jiwanya, menuaikan hak hak Allah sepenuhnya, melihat Allah dengan sanubarinya. Hatinya telah terikat dengan nur Illahi dan dzikirullah menjadi santapan baginya. Jika ia berbicara maka pembicaraannya adakah kalam Allah. Jika ia bergerak, maka bergerak menurut perintah Allah. Jika ia diam, maka diamnya bersama Allah. Ia hanya merasa senang dan tentram jika bersama Allah. Apabila keadaan seseorang sudah seperti itu, maka makan, minum, tidur dan bangunnya, serta apa pun yang di lakukannya adalah semata mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika itu adat dan kebiasaan dunia tidak dapat menghalanginya dan celaan para pencela tidak dihiraukannya sama sekali.”

Oleh : Robert Xu Jiantou
From : PITI ( Persatuan Islam Tionghoa Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tukeran link yukk!!!

Logo aq disini...
Host Gambar Gratis