Senin, 18 Mei 2009

Kemana setelah Wisuda?

Kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia tidak menghasilkan alumni yang siap terjun di lapangan kerja. Memang benar bahwa ilmu dibangku kuliah dengan realita dunia pekerjaan ato industri memang beda. Sebagaimana kita ketahui banyak perusahaan atau industri lebih butuh practical “solution to the problem” daripada yang ahli dalam berteori. Untuk itu jangan jera-jera untuk mencari ilmu di berbagai tempat!!!!

Analisa semua jenis lowongan atau tawaran pekerjaan dan usaha yang cocok dan pantas sangatlah penting menurut saya, karena dengan profesi itulah kita akan geluti sehari hari sepanjang hidup nafas hidup kita nantinya.

So, mau kemana setelah tamat?

Mau melamar setelah lulus atau membuka lapangan kerja? atau ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi? semua itu adalah pilihan hidup kita sendiri bukan orang tua dan orang lain yang menentukan. Masa depan anda, anda sendirilah yang menentukan, tentunya dengan usaha dan doa.

Yang sering terjadi :

Orang tua pingin anaknya kerja di perusahaan bonafit, cieeeeeeee “Pinter X ya anaknya!!”

Tapi si anak pingin memperluas usahanya “walaupun kecil, itu milikku, ga’ ada yg merintah aq!!!” Lebih suka memikirkan solusi untuk masalahnya sendiri, klu g’ bisa cri yg ahli dibidangnya donk!!! “Akhirnya si anak jdi bosnya orang pinter”

Mendirikan usaha itu ndak gampang, butuh keberanian, mental tinggi n smangat yang tinggi yang jelas “Hidup seseorang pasti mengalami kegagalan, disitu qta berusaha belajar dri kegagalan, berusaha bangkit dri kegagalan”

Jika berusaha, jangan pernah takut akan kegagalan!!!

Senin, 19 Januari 2009

Orang Bodoh Vs Orang Pintar

Kebanyakan orang selalu meremehkan orang bodoh, padahal orang bodoh juga bias bodohin orang lho!!


  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar agar mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
  5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH), oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
  7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
  8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar demo, Walhasil orang-orang pintar 'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
  9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
  11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Henry (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA Group), Ali Markus (Maspion) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada 'orang bodoh'.

Nah……….

Kalau udah gitu, apa kalian masih meremehkan orang bodoh?????

Jumat, 07 November 2008

Lelaki “JUGA” ingin dimengerti

Sebelumnya aq mohon ma’af klu tulisan ini nantinya jadi batu sandungan untuk yang lain. Bukannya q mendukung ato menolak Undang-Undang Pornografi karena tulisan ini tak ada sangkut pautnya dengan semua itu. Ini lebih ke diri kita masing – masing.
Sudah benarkah qta hari ni???????


Diluar sana lagi bingung masalah etika tanpa meraba etika dirinya sndiri. Harusnya qta mulai dari diri qta sendiri.lha kok mbuletttt aeeee….. xxiiiiiiixxxxxxxxxxiiiiiiiixxxxxii


Aq Cuma menulis jeritan dri temenqqqqq :


Sering kali kau menyalahkanq karena berbuat tak senonoh kepadamu. Katamu emang dasar aq aja yang pikiranx jorok bin kumal. Sontak duniapun mengiyakan tuduhanmu itu, ya kalian benar, aq yang salah. Pelecehan dan pemerkosaan adalah kesalahanq.
Tapi taukah kalian itu bukan salahku seorang??? It’s not only my fault. Kontribusimulah yang menginspirasiq membuat dosa itu. Apa kau lupa factor pembangkit libidoq? Atw malah mungkin kamu yang sengaja melupakan diri. Sadarlah! Belahanmu menegangkanq.

Karena itu pahamilah aq! Aq hanyalah laki-laki biasa yang juga punya naluri sexual sepereti dirimu. Pahami posisi sulitq yang terhimpit di tengah arus liberialisme. Kasihanilah pikiran picikq ini. Agar dapat menginderamu secara utuh sebagai manusia yang pastinya banyak potensi. Tidak lagi menerawangmu sbagai onggokan kemolekan pemuas dahaga birahiq semata. Kasihanilah tangan kasarq ini, agar tidak lagi menggerayai kesucian jasadmu.

Ayo saudariq! Jaga dan hargailah dirimu, sebelum menuntutq untuk menghargaimu.








Minggu, 28 September 2008

Ucapan Hari Raya

Ucapan Selamat dan mohon ma’af pada sahabat, teman, saudara atau semua yang mengenal kita merupakan hal yang wajib dilakukan karena tiada seorangpun manusia yang bebas dari rasa bersalah.

Untuk itu Shanty mengucapkan :
idulfitri


Kumpulan ucapan hari raya :

Hari raya telah tiba, siapkan baju, siapkan sandal dan siapkan celana
Baju nan indah terbuat dari Amal ibadah kita..
Sandal kita terbuat dari rasa tulus dan ikhlas kita..
Celana kita terbuat dari keteguhan iman kita..
Tapi semua tak akan didapat tanpa Uang..
Uang kita adalah sikap saling mema’afkan antar sesama …
Untuk itu ma’afkan aku, agar kudapatkan uang itu……

Dengan melepas keegoisanku
kulepas kebencianku
kulepas keangkuhanku
Kurajut kasih sayangku
Kuminta ma’afmu
Maka lepaslah kesalahanku..

Indahnya mawar pasti kan layu juga
Kokohnya kayu pasti kan keropos juga
Kuatnya karang pasti akan hancur juga
Sebelum ku layu, keropos dan hancur
Ku ucapkan Minal Aidzin Walfaidzin
Mohon ma’af lahir dan batin

Terselip khilaf dalam candaku
Tergores luka dalam tawaku
Tersinggung rasa dalam bicaraku
Terbelit pilu dalam tingkahlakuku
Dihari kemenangan ini mohon bebaskan aku dari semua kesalahanku
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.


Hai teman2ku yg caem, izinkan saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin. Maaf kalo ada salah kata dan perbuatan. Ttd. Shanty, temanmu yg lebih caem lagi.

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap, Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih saying, raih indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.


Walaupun Hati gak sebening XL dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa
kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI
dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini…
dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA…Mohon Maaf Lahir Bathin

Sabtu, 27 September 2008

Business Intelligence

Waduhhhhh………..
Tiap hari kok dapet tugas ya………
Tapi dibikin asyik aja, kali ini dapet tugas membuat resume bisnis intelegent, dari pada aq cari-cari artikel trus mubajir, aq masukin disini ae………

Business Intelligence pertama kali dituturkan oleh Howard Dresner dari lembaga riset Gartner Group pada tahun 1989. Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan dalam pengambilan keputusan.
Mengapa perusahaan membutuhkan BI?
BI merupakan sistem dasar bagi hampir seluruh kondisi yang melibatkan pembuatan keputusan bisnis dan formulasi strategi. Secara lebih mendetail, BI memungkinkan perusahaan lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan, yaitu: pertama, tantangan bisnis tanpa henti, yakni penurunan keuntungan, merosotnya pangsa pasar, ancaman pencaplokan bisnis oleh pesaing, atau lainnya. Memang BI tak secara langsung menyelesaikan tantangan tersebut. Namun, BI andal dalam mengidentifikasi suatu solusi dan langkah maju. Caranya dengan menyediakan informasi yang relevan dan mudah digabungkan dengan pengambilan keputusan dan proses formulasi strategi. Hal inilah yang tidak mampu dilakukan oleh sistem komputer lainnya.
Apa saja Manfaat BI?
• Keuntungan
Bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan BI, mereka akan mampu menuai keuntungan keuangan dari implementasi tersebut. Dengan struktur implementasi BI yang baik, perusahaan akan cerdas mengadaptasikan tingkat layanan yang ditawarkan demi menjawab kebutuhan pelanggan.
• Pangsa pasar
Salah satu cara efektif menggenjot keuntungan dan stabilitas pasar adalah dengan melebarkan pangsa pasar perusahaan. Di tengah persaingan bisnis yang makin mengganas, monopoli merupakan hal yang beranjak usang karena pebisnis baru terus bermunculan. Mereka selalu berusaha menggerogoti pangsa pasar perusahaan yang telah mapan. Salah satu strategi mereka adalah memangkas harga sebagai strategi mengiming¬imingi pelanggan suatu perusahan agar beralih ke produk mereka.
Jika hal itu terjadi, bagaimana cara perusahaan lain mengantisipasi? Perusahaan dengan keuangan yang lebih stabil tentu akan mampu bertahan, sisanya bisa jadi akan terlibas persaingan. Perusahaan yang mengimplementasikan BI, peluangnya akan lebih besar untuk tetap survive jika mereka mampu bereaksi dengan cepat dan dengan keputusan yang lebih baik mempertahankan pangsa pasar.
• Pengambilan keputusan
Keputusan yang Anda buat harus keputusan yang terbaik dari pilihan yang ada. Kita ambil contoh, Anda mengendarai mobil menuju kantor sembari mendengarkan siaran radio perkembangan lalu lintas. Sang penyiar menuturkan bahwa jalan tempat biasa Anda berbelok macet karena terdapat kecelakaan beruntun. Anda disarankan berbelok di perempatan berikutnya. Anda memperkirakan, jika tetap nekat melewati jalan tersebut, mungkin Anda akan terjebak kemacetan sekitar 25 menit. Sementara itu, pilihan yang disarankan penyiar radio, walau belokannya lebih jauh, tetapi hanya butuh tambahan waktu 15 menit. Berbekal informasi tersebut, keputusan Anda adalah berbelok di perempatan berikutnya dengan pertimbangan, di jalan tempat biasa Anda berbelok, kemacetannya tidak dapat Anda pastikan. Prinsip ini tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan BI. Yakni mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang dimiliki.

Karakteristik BI
Sistem BI yang efektif, setidaknya memiliki empat karakteristik, yakni:
1 Tujuan utama
Seluruh sistem komputer memiliki tujuan utama bagi seluruh pengguna sesuai dengan kebutuhan masing¬masing pengguna. Kita ambil contoh perbandingan dengan sistem accounting. Sistem ini memiliki satu tujuan utama, yakni menyajikan laporan keuntungan dan kerugian serta neraca keseimbangan. Sementara itu tujuan utama BI adalah menyuguhkan beragam informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna yang jelas berbeda. Semisal, direktur keuangan memiliki kebutuhan informasi yang berbeda dengan marketing atau operasional. Namun semuanya memiliki satu tujuan yang seragam, yakni menggapai tujuan bisnis dari perusahaan.
2 Ketersediaan data yang relevan
Poin inilah yang mungkin menjadi hal terpenting dalam sistem BI yang efektif. Sebagai contoh, divisi penjualan terkadang menunda pengiriman barang yang telah dipesan oleh pelanggan karena suatu alasan. Sementara itu, divisi lain baru mengetahui ada masalah penundaan pengiriman barang, lama setelah hal itu terjadi. Tentu saja divisi lain tidak perlu tahu seluruh detail dari penundaan pengiriman barang tersebut. Namun, divisi lain harus tahu informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai dasar pembuatan keputusan atas masalah tersebut. Dalam situasi seperti ini, pembuat keputusan kerap hanya berbekal informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan akan mampu disuguhkan.
3 Kemampuan utama BI di antaranya:
• Pertama, memberi kemudahan akses informasi terbaru dari bisnis yang berjalan dan peluang yang diproyeksikan. Sejak 40 tahun silam, komputer telah menjadi urat nadi para pebisnis. Sayangnya, beberapa pebisnis tidak dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan untuk memahami kondisi bisnis mereka yang sebenarnya. Kebanyakan sistem komputer hanya menyajikan informasi performa bisnis secara dangkal dan melupakan pemahaman informasi yang lebih dalam.
Di sisi lain, sistem BI yang efektif dirancang untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan dibutuhkan terkait status bisnis yang berjalan. Informasi tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan proyeksi bisnis untuk diproses. Pemahaman yang lebih mendalam dari informasi itulah yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Fungsionalitas merupakan kunci dari karakteristik sistem BI yang meliputi beragam informasi yang tidak hanya terbatas di bidang keuangan, tetapi juga meliputi kapasitas produksi, kualitas produk, hubungan dengan pelanggan, sudut pandang pasar, serta lainnya yang relevan dengan pemahaman yang lebih mendalam untuk memandu arah pada keuntungan bisnis.
• Kedua, kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi permintaan pengguna. Aktivitas bisnis dan fungsi yang berbeda membutuhkan pengetahuan dan informasi yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai contoh, ketika direktur keuangan dan SDM berdebat soal laporan keuangan yang menunjukkan penurunan keuntungan perusahaan dan melesetnya proyeksi bisnis. Respon spontan mereka mungkin berbeda. Direktur keuangan akan menelusuri area bisnis mana yang performanya rendah dan akan memotong biaya terkait. Sementara itu, direktur SDM akan mencari tahu alasan di balik lebih rendahnya performa karyawan dari standar yang diterapkan. Apakah disebabkan menurunnya semangat kerja, training yang amburadul, persaingan antarkaryawan yang tak sehat atau alasan lainnya.
Kedua direktur itu tak hanya berbeda sudut pandang, tetapi juga memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Sistem BI yang efektif harus menyuguhkan analisa dan pemenuhan permintaan pengguna. Bisnis yang sukses membutuhkan wawasan dan pemahaman mendalam bagi seluruh penggunanya dan BI harus mendukung kebutuhan informasi bagi semua orang. Data intinya memang sama, tetapi pemahaman dan interpretasi yang mendalam akan sangat bervariasi sesuai kebutuhan tiap divisi.
4 strukur pendukung
Struktur pendukung di sini tak hanya didominasi sistem komputer. Bagi BI, struktur pendukung tak hanya hardware dan software komputer, tetapi suatu proses yang memungkinkan Anda membuat keputusan yang lebih baik serta merumuskan strategi yang lebih mumpuni untuk menyokong misi dan tujuan bisnis.
Struktur pendukung ini tak hanya menyediakan training, tetapi juga memastikan pengumpulan informasi dan menempatkannya ke sistem penyimpanan BI. Informasi tersebut itulah yang akan dipakai pada saat sekarang dan bukan sekadar file sejarah bisnis.
Pemasangan software ke dalam komputer tak akan menghasilkan sistem BI yang efektif kecuali sekadar mempermanis performa komputer. Hanya ketika informasi yang disimpan ke lokasi penyimpanan BI digunakan sebagai bagian proses manajemen, muncullah manfaat yang sesungguhnya.
Cara untuk mengefektifkan BI adalah menyediakan reporting sesuai kebutuhan dari setiap level organisasi (lihat gambar piramida reporting). Bagian operasional membutuhkan reporting yang disajikan secara tradisional/preformatted. Penyajian laporan ini merupakan penyajian yang paling sederhana dan kurang fleksibel ketimbang reporting untuk level organisasi di atasnya. Untuk manajemen menengah, membutuhkan reporting yang berkemampuan slice and dice (iris dan sajikan) dengan memanfaatkan OLAP. Manajemen menengah ini juga membutuhkan fleksibilitas informasi dengan cara yang kreatif untuk menganalisis masalah yang timbul. Selain itu, dibutuhkan juga keleluasaan untuk menambang informasi dari sistem tanpa bergantung pada programmer.
Level teratas dari piramida reporting adalah manajemen senior yang mungkin hanya butuh dashboard yang menyuguhkan ringkasan informasi yang kritis dalam satu halaman. Namun, hal itu tergantung kondisi organisasi perusahan. Ada pula manajemen senior yang juga membutuhkan detail reporting seperti halnya manajemen menengah.

Istilah Terkait
• CRM (Customer Relationship Management)
Merupakan metodologi, software, dan biasanya dibekali kapabilitas Internet yang membantu perusahaan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan secara terorganisasi. Misalnya, sebuah perusahaan membangun database pelanggannya dengan mendetail sehingga manajemen, divisi penjualan, dan divisi pelayanan mampu melayani apa yang sebenarnya diinginkan pelangggan. Seperti produk dan layanan yang ditawarkan, menginventariskan kebutuhan setiap pelanggan, mengetahui produk lain yang biasa dibeli oleh pelanggan dan lainnya.
• SCM (Supply Chain Management)
Adalah kontrol terhadap material, informasi, dan keuangan dalam menangani proses perpindahan produk mulai dari supplier, manufaktur, distributor, pengecer hingga ke konsumen. Tujuan utama dari SCM adalah mengurangi inventori/stok, tetapi dengan asumsi bahwa produk tersedia jika diperlukan.
• ERP (Enterprise Resource Planning) 
Merupakan satu sistem besar dari beragam aktivitas yang didukung aplikasi software multimodul yang membantu pemanufaktur atau perusahaan dalam memanajemen bagian penting dari bisnisnya. Dalam hal ini, termasuk perencanaan produk, pembelian, pengaturan stok produk, interaksi dengan supplier, pelayanan pelanggan, dan penelusuran pemesanan produk. ERP juga bisa meliputi modul aplikasi keuangan dan sumber daya manusia (SDM). Biasanya, sistem ERP menggunakan atau terintegrasi dengan sistem relasional database.
• OLAP (Online Analytical Processing)
Memungkinkan pengguna untuk menganalisis informasi database dari beragam sistem database pada saat bersamaan. Jika relasional database bisa dikatakan dua-dimensional, data OLAP bersifat multidimensional. Artinya, informasi dapat dibandingkan dengan berbagai cara. Semisal, sebuah perusahaan membandingkan data penjualan mobil mereka pada bulan Februari dengan penjualan pada bulan Maret. Kemudian dibandingkan lagi dengan penjualan di kota lain yang menggunakan database berbeda.

Tukeran link yukk!!!

Logo aq disini...
Host Gambar Gratis