Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Semua Tiada Arti Tanpa Ikhlas..


Kalau kita bicara mengenai jasa dan kebaikan mungkin yang terlintas adalah membantu/menolong orang lain atau membuat orang lain bahagia. Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya maka semua ini berarti kita sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Karena sebenarnya orang yang kita bantu dan kita ungkit-ungkit bentuk bantuan qta kepadanya, kita tidak membuatnya merasa nyaman tapi malah memberikan beban pada mereka. JIka bantuan itu dilandasi dengan rasa ikhlas harusnya kita tak mengharap mereka membalas kebaikan kita karena perbuatan kita sudah dicatat sebagai amal kebaikan, kita akan menerima sendiri balasannya dan mungkin balasan itu bukan dari orang yang kita bantu tapi dari tangan orang lain.

Perlu lebih berhati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada orang yang biasa kita bantu dan menjadi sukses, jadi orang besar. Tak perlu kita mengumumkan kepada siapapun tentang jasa-jasa kita plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.

Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.

Selamat berbahagia bagi siapapun yang paling gemar beramal dan paling cepat melupakan jasa dan kebaikan dirinya, percayalah hidup ini akan jauh lebih nikmat, lebih ringan, dan lebih indah. Insya Allah.

Kamis, 27 Mei 2010

Wanita Tercantik Dihatiku…


Kebanyakan istri-istri sekarang hanya menjaga penampilan dengan alasan agar suami tidak berpaling kelain hati. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk menjaga penampilan itupun tidak sedikit, kalau telat kesalon malah uring-uringan, rambutnya putih sibuk cari semir rambut, mau kondangan sibuk beli baju. Apalagi sekarang banyak wanita yang bekerja dengan dalih “wanita karir” sehingga kadang melupakan kwajibannya sebagai seorang istri, nyampe’ dirumah sudah capek ada sedikit perbedaan dengan suami langsung jadi pertengkaran.


Sebenernya sifat seperti inilah yang membuat suami tidak betah dirumah, bukan berarti suami tidak mau dibantu dalam hal ekonomi tapi setidaknya tetap menjaga keharmonisan keluarga.


Seorang isteri harus bisa membuat pandangan suaminya hanya tertuju kepadanya. Dan itu akan terwujud bila seorang isteri dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap sang suami. Salah satu pelayanan yang baik adalah dengan wajah yang senantiasa tersenyum sehingga mampu memberikan kesejukan kepada suaminya. Insya Alloh dengan wajah selalu tersenyum penuh kesejukan itu suami tidak akan pernah berpaling. Walaupun dalam keadaan capek, kalau qta menampakkan senyuman, insya Allah suami akan mengerti.


Kesejukan wajah berbeda dengan kecantikan. Bagi mereka yang belum menikah, kecantikan bisa jadi hal utama. Namun bagi seorang isteri dari seorang suami, kecantikan bukanlah yang utama. Jauh lebih utama adalah kesejukan wajah saat suaminya memandang.


Rasulullah saw bersabda, “Tiga kunci kebahagiaan laki-laki adalah isteri yang shalehah yaitu jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi ia membuat kamu merasa aman, sebab dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.”


Jadi jelaslah, bahwa yang membuat suami semakin sayang bukanlah wajah yang cantik, melainkan apa yang memancar dari wajah itu. Hati suami menjadi hidup jika wajah yang dipandangnya memberikan keramahan, kehangatan, dan menebar kerinduan.


Dengan itu semua, Insya Alloh di hati suami hanya ada satu kalimat yang akan abadi, “Engkaulah wanita (isteriku) yang tercantik di hatiku.”

Sabtu, 15 Mei 2010

MERAIH SURGA DENGAN TAAT KEPADA ORANG TUA

Ada beberapa jalan untuk meraih jannah, dan di antara jalan itu adalah ta’at kapada orang tua. Dan cukup banyak ayat-ayat al-Qur'an yang menerangkan tentang itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah subhanahu wata’ala merangkaikan ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepada-Nya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat an-Nisa: 36. Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”

Dan dalam surat al-Isra: 23, Allahsubhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala menunjukkan tentang keutamaan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamyang menerangkan tentang keutamaan birrul walidain.Di antara hadits itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik? “Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Bapakmu”. (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Dan dalam hadits lain disebutkan, Artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammeminta ijin kepadanya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberkata kepadanya, “Berjihadlah (dengan berbakti) pada keduanya.” (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Ada beberapa kewajiban kita terhadap orang tua yang mungkin dapat disampaikan:

Yang pertama: Berbuat baik kepada keduanya baik dengan perkataan atau perbuatan.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Qur'an-Isro: 23) Artinya, “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ ah”, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Yang kedua: Rendah hati terhadap keduanya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Isro: 24) Artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan”.

Yang ketiga: Mendoakan keduanya baik semasa hidupnya ataupun sesudah meninggalnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Isro: 24) Artinya, “Dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, Artinya, “Apabila anak Adam mati maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya.” ( HR. Muslim kitab al-Washiyyah )

Yang Keempat: Mentaati keduanya dalam kebaikan.

Allah subhanahu wata’alaberfirman, (QS: Luqman: 15), Artinya, “Dan jika kedunya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatau yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah kamu mengikuti keduanya , dan pergaulilah keduanya dengan baik.”

Yang Kelima, Memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila meninggal dalam keadaan Islam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman menceritakan tentang nabi Ibrahim ’alaihissalam dalam (QS Ibrohim: 41), Artinya, “Ya Tuhan kami beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab/ kiamat”.

Juga tentang Nabi Nuh ’alaihissalam dalam (QS: Nuh: 28), Artinya, “Ya Tuhanku ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang beriman laki-laki dan perempuan.”

Dan juga dalam hadits yang disebutkan tadi.

Yang Keenam: melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak bertentangan dengan syari’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat hutang ibunya wajib dilunasi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan bahwa hutang kepada Allah subhanahu wata’ala berupa shaum nadzar lebih berhak untuk dilunasi

Yang Ketujuh: Menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti: Paman dan bibi dari kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Artinya, “Sesungguhnya sebaik-baik hubungan/ silaturahim adalah hubungan/ silaturohim seorang anak dengan teman dekat bapaknya.” (HR. Muslim kitab al-Qur'an-birr wash shilah)

Yang Kedelapan: Memuliakan teman-teman mereka berdua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta Khadijah radhiyallahu ‘anha, maka kita muliakan pula teman-teman istri kita. Dan teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena di dalamnya ada penghormatan kepada orang tua kita.

Semoga Allah subhanahu wata’ala tidak menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa berbuat baik kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu jalan untuk meraih surga.

Amien.


Oleh : Kang amet

Rasa sakit seseorang masih membekas!!!

INi buat siapa ja yang hobi menjahilin n menyakiti hati orang lain, coz ga’ semua orang bisa mema’afkan perbuatan qta.

Saya mulai ya….

Baca dengan seksama cerita ini!!!!!!!

NI anak hobi banget nyakitin, n ngerjain teman-temannya, bahkan dia belum tenang kalu belum ngerjain orang n baru lega n puas setelah ngerjain teman-temannya.

Suatu hari ada seorang ibu berkata pada anaknya, "nak coba ketika kamu menyakiti orang, kamu pasang paku satu di dinding kamar kamu, kalau kamu sudah tidak menyakiti (minta ma’af), cabut satu paku dari dinding itu". si anak mengerjakan perintah ibunya, sampai suatu ketika, semua dinding penuh dengan paku, terus anak itu berupaya mengubah dirinya.

Hari demi hari, setiap paku tercabut, kecuali tinggal beberapa paku. si ibu kembali berkata pada anaknya "nah sekarang paku yg ada ditembok kamu sudah sedikit sekali, tembok ini jadi lebih bersih khan?", si anak berkata "iya bu, tapi koq temboknya jadi bolong2, bocel2, somplak2 bekas paku2 yg dulu saya pasang". si ibu berkata "nah seperti itu juga hati orang nak, orang2 yg dulu kamu sakiti, harus kamu jaga hatinya agar jangan tersakiti lagi, karena rasa sakit yg kamu tinggalkan di hati mereka itu sebenarnya berbekas".

Nah jadi, mungkin lain kali. kalau kita hendak berkata, bersikap thd org lain, hendaknya kita pikirkan masak2, apakah perkataan kita akan menyakitkannya, apakah sikap kita akan menyakitkannya? mungkin empati kita lebih dipertajam, kalau kita disakitin aja gak mau, orang lain juga pasti gak mau.

SO JANGAN SUKA NYAKITIN ORANG YA!!!

Sekalian aq mo minta ma’af kalau aq ada salah ma kalian semua, tapi maapinnya harus iklas lho!!!!

Rabu, 12 Mei 2010

Bila Zakat Maal Diwajibkan, Pasti Saat Ini Sebagian Besar Umat Islam Sudah Kaya

Dilihat dari judulnya, akan banyak bertanya2 kenapa bs begitu. Jawabnya sih simple aja. Karena bila umat islam mewajibkan dirinya untuk berzakat maal, berarti dia PASTI dan HARUS memiliki kelebihan harta (cair) minimal senilai 80 gr emas 22 karat.

BATAS HARTA YANG TERKENA ZAKAT MAAL
Secara aturannya, hisab (batas/ukuran) harta yang terkena zakat adalah bila harta tersebut telah mencapai nilai sama dengan 80 gr emas 22 karat. Sedangkan Haul-nya andaikata harta tersebut telah berumur 1 thn.
Dalam bbrp riwayat, rasulullah menarik zakat maal satu tahun satu kali. Apakah nilai harta yang diambil telah berumur 1 thn/gak .. tidak ada penjelasannya.
Yang ada adalah saat pengambilan zakat tersebut, harta pemberi zakat telah mencapai hisabnya.

Lalu sebenarnya berapa sih nilai emas 22 karat tersebut dalam mata uang kita?
Oke .. disini kita kembali ke pelajaran matematika SD lagi.
Anggaplah emas 1 gram 24 karat = Rp. 300.000 (walau nilai emas di www.logammulia.com diatasnya) dan 1 gram emas 22 karat = Rp. X,
maka X = (300.000 x 22)/24 = Rp. 275.000.
Berarti 1 gram emas 22 karat = Rp. 275.000
Berarti nilai hisab untuk zakat maal adalah 80 x 275.000 = Rp. 22 juta.
Sama artinya diwaktu kita ingin berzakat maal, kita sdh memiliki 'tabungan' sebesar 22 juta.
Orang yang memiliki tabungan sebesar 22 juta, pasti tidak bisa dikatakan miskin kan?

Kelihatannya nilai itu terlalu besar dan agak tidak mungkin untuk kita kumpulkan.
Sebenarnya gak ada yang susah untuk mengumpulkan uang senilai tersebut, yang penting bagaimana kita mengatur pendapatan dan pengeluaran kita saja. Disini baru terlihat pentingnya management keuangan.
Plus yang paling penting .. keinginan kita yang kuat dalam mengumpulkan harta.

PERENCANAAN ZAKAT
Untuk merencanakan pembayaran zakat disini diperlukan manajemen keuangan dan kebulatan tekad kita untuk melakukan zakat maal diwaktu yang telah kita rencanakan.

Aturan baku yang harus dilaksanakan adalah segera menyisihkan uang untuk ditabung sesegera mungkin saat penerimaan gaji.
Idealnya uang yang disisihkan adalah 30%, namun tiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan menjadi antara 5%-30%.
Sebagai contoh pertama,
kita menggunakan nilai 30% untuk disisihkan ke dalam tabungan dan target kita adalah tahun depan (12 bulan kedepan) kita sudah menunaikan zakat maal.
Asumsi kita akhir tahun depan (2010) nilai emas 24 karat masih Rp. 300.000, maka nilai emas 22 karat masih Rp.275.000 dan akibatnya nilai hizab untuk zakat maal adalah Rp.22 jt.
Maka untuk mencapai 22 juta di akhir tahun, kita harus memiliki (tabungan) harta cair sebesar (22 juta/12 bulan) = Rp. 1.833.334/bulan atau bila kita genapkan (untuk mengantisipasi fluktuasi nilai emas) menjadi Rp. 2 jt/bulan.
Jika 30%-nya = Rp. 2 juta .. maka setidaknya nilai gaji (setelah digenapkan) = Rp. 6,7 juta/bulan.

Oke .. contoh pertama sepertinya sangat jarang orang yang dapat gaji seperti itu. Lalu bagaimana bila yang gajinya pas-pasan ingin berzakat maal?
Gampang aja .. caranya sama dengan cara diatas - menyisihkan uang sebesar kesanggupan kita- namun target waktunya diperpanjang.
Misalkan kita mentargetkan 3 tahun lagi HARUS dapat berzakat Maal. Dengan asumsi bahwa nilai emas tidak berubah 3 tahun lagi, maka nilai hisab zakat harta kita tetap 22 jt.
Maka setiap bulan kita harus menyisihkan harta (menabung) sebesar =22jt/36 bulan = Rp.611.112 atau bila digenapkan sekitar Rp.650.000/bulan (untuk antisipasi kenaikan harga emas).

Masih berat juga?
jangan pake target waktu.
Misal kita ingin menyisihkan uang sebesar 10% dari gaji kita. Sedangkan gaji kita hanya 1 jt.
Maka uang yang kita sisihkan adalah sebesar 100rb/bulan.
Bila nilai emas 22 karat seberat 80 gram tidak berubah (sebesar 22 jt) .. maka kita akan dapat berzakat maal setelah 20 thn kurang.

Terlalu lama?
gak papa .. yang penting saat itu kita telah masuk ke kategori 'kaya' karena sudah mampu membayar zakat maal. ;)
atau naikkan nilai persentasi uang yang kita sisihkan menjadi 30% atau 50%.

CATATAN PENTING ...

Satu hal yang penting dalam mengumpulkan uang ini, adalah setiap uang yang kita sisihkan anggaplah uang hilang. Dan jangan diganggu gugat walaupun kita ingin sedekah atau apapun.

Namun yang jadi pertanyaan ..
sering kali kita selalu menganggap gaji kita kurang untuk menabung.
Sebenarnya gak ada istilah spt itu.
Umumnya kita selalu merasa kurang dengan apa yang kita miliki, namun bila kemampuan kita hanya sampai situ .. maka kita akan mendapatkan caranya untuk membuat keterbatasan kita itu menjadi cukup.
Karena itu, maka dianjurkan untuk menyisihkan uang-nya diawal kita menerima, bukan diakhir (sisa-nya).

Yang jadi masalah, seberapa besar kebulatan tekad kita untuk berzakat maal dan bilaini telah mengakar di jiwa tiap muslim, maka pasti lebih dari 50% ummat islam sdh lepas dari kemiskinan.

oleh : Hamdi Hudaya (http://www.facebook.com/profile.php?id=1527559324)

Tukeran link yukk!!!

Logo aq disini...
Host Gambar Gratis