Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

Yang Perkasa…

Tidaklah ku dapat memandang-Mu dengan mataku..

Tidak pula terlihat oleh pandanganku…

Tidak pula ilmu pengetahuan dapat berhampir kepada- Mu….

Ku tak dapat mengenal oleh sejauh pengenalanku…..

Kau maha perkasa yang tidak dapat dicapai….

Kau tidak dapat disentuh oleh daya ingat yang bagaimana pun….

Dan kau tak dapat kujumpai walaupun dengan kusebutan nama- Mu…..


Namun kuyakin akan keberadaan-Mu…

Tatkala kugelisah kubersimpuh dihadap-Mu…

Tatkalah kubersedih ku bersujud dihadap-Mu…

Kujadikan kau tempat berlabuh…


Ma’afkan aku jika kurang bersyukur terhadap-Mu…

Ketuk hatiku dengan teguran-Mu…

Senin, 31 Mei 2010

Semua Tiada Arti Tanpa Ikhlas..


Kalau kita bicara mengenai jasa dan kebaikan mungkin yang terlintas adalah membantu/menolong orang lain atau membuat orang lain bahagia. Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya maka semua ini berarti kita sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Karena sebenarnya orang yang kita bantu dan kita ungkit-ungkit bentuk bantuan qta kepadanya, kita tidak membuatnya merasa nyaman tapi malah memberikan beban pada mereka. JIka bantuan itu dilandasi dengan rasa ikhlas harusnya kita tak mengharap mereka membalas kebaikan kita karena perbuatan kita sudah dicatat sebagai amal kebaikan, kita akan menerima sendiri balasannya dan mungkin balasan itu bukan dari orang yang kita bantu tapi dari tangan orang lain.

Perlu lebih berhati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada orang yang biasa kita bantu dan menjadi sukses, jadi orang besar. Tak perlu kita mengumumkan kepada siapapun tentang jasa-jasa kita plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.

Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.

Selamat berbahagia bagi siapapun yang paling gemar beramal dan paling cepat melupakan jasa dan kebaikan dirinya, percayalah hidup ini akan jauh lebih nikmat, lebih ringan, dan lebih indah. Insya Allah.

Kamis, 27 Mei 2010

Wanita Tercantik Dihatiku…


Kebanyakan istri-istri sekarang hanya menjaga penampilan dengan alasan agar suami tidak berpaling kelain hati. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk menjaga penampilan itupun tidak sedikit, kalau telat kesalon malah uring-uringan, rambutnya putih sibuk cari semir rambut, mau kondangan sibuk beli baju. Apalagi sekarang banyak wanita yang bekerja dengan dalih “wanita karir” sehingga kadang melupakan kwajibannya sebagai seorang istri, nyampe’ dirumah sudah capek ada sedikit perbedaan dengan suami langsung jadi pertengkaran.


Sebenernya sifat seperti inilah yang membuat suami tidak betah dirumah, bukan berarti suami tidak mau dibantu dalam hal ekonomi tapi setidaknya tetap menjaga keharmonisan keluarga.


Seorang isteri harus bisa membuat pandangan suaminya hanya tertuju kepadanya. Dan itu akan terwujud bila seorang isteri dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap sang suami. Salah satu pelayanan yang baik adalah dengan wajah yang senantiasa tersenyum sehingga mampu memberikan kesejukan kepada suaminya. Insya Alloh dengan wajah selalu tersenyum penuh kesejukan itu suami tidak akan pernah berpaling. Walaupun dalam keadaan capek, kalau qta menampakkan senyuman, insya Allah suami akan mengerti.


Kesejukan wajah berbeda dengan kecantikan. Bagi mereka yang belum menikah, kecantikan bisa jadi hal utama. Namun bagi seorang isteri dari seorang suami, kecantikan bukanlah yang utama. Jauh lebih utama adalah kesejukan wajah saat suaminya memandang.


Rasulullah saw bersabda, “Tiga kunci kebahagiaan laki-laki adalah isteri yang shalehah yaitu jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi ia membuat kamu merasa aman, sebab dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kendaraan yang baik; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.”


Jadi jelaslah, bahwa yang membuat suami semakin sayang bukanlah wajah yang cantik, melainkan apa yang memancar dari wajah itu. Hati suami menjadi hidup jika wajah yang dipandangnya memberikan keramahan, kehangatan, dan menebar kerinduan.


Dengan itu semua, Insya Alloh di hati suami hanya ada satu kalimat yang akan abadi, “Engkaulah wanita (isteriku) yang tercantik di hatiku.”

Senin, 24 Mei 2010

Bersedekah Tidak Membuat Miskin


Mbak yeni adalah seorang pelayan toko tapi dia juga kuliah, dia ingin merubah nasibnya karena dia dilahirkan dari pasangan pedagang sayur keliling yang memiliki dua orang anak, mbak yeni adalah anak pertama. Dari gajinya yang hanya pelayan toko dan kedua orang tuanya yang pedagang sayur tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan sekolah adiknya dan biaya kuliahnya, pacarnya yang bekerja dipelabuhan, orang bilang sebagai “manol” turut andil membantu biaya kuliahnya. Meskipun dalam situasi seperti ini tak lupa dia mengamalkan sedikit uangnya untuk tetangganya yang kurang mampu.


Setelah empat tahun kuliah, mbak yeni lulus dengan gelar “sarjana” tapi nasib berkata lain. Sampai setahun lulus kuliah dia juga belum mendapatkan pekerjaan yang diharapkannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan Dirman pacarnya, setelah setahun menikah dia dikaruniai seorang putri bernama Anaway.


Sebagai manol, tentu pulangnya tidak bisa ditentukan. Waktu pulang kerja malam hari, dia bertemu dengan dua orang yang lagi sibuk benahi motornya yang mogok, melihat dua orang yang kelihatan gelisah tentu Dirman turun dari sepeda ongkelnya dan membantu memperbaiki motor dua pemuda tersebut, tapi dua pemuda itu malah ingin menitipkan motornya ke rumah Dirman yang tidak jauh dari daerah tersebut. Tentu Dirman tak menolaknya.


Keesokan harinya, motor itu diambil dua pemuda tersebut dengan menggunakan mobil. Yang namanya tetangga pasti bertanya-tanya, motor siapa, mobil siapa dan ada apa ini. Selang beberapa jam, ada warga dari RT lain mendatangi rumah Mbak yeni yang mengakui bahwa motor yang tadi malam menginap dirumah mbak yeni adalah motornya dengan menjelaskan ciri-ciri motor tersebut dan menunjukkan beberapa bukti termasuk kehilangan motor pada malam kemaren. Dirman sudah berusaha menjelaskan kronologis kejadiannya, tapi pemilik motor tidak mau terima, dia tetap akan melaporkan Dirman kepolisi sebagai tersangka.


Karena ketakutan, akhirnya Dirman mengajak istri dan anaknya unttuk pergi dari desa tersebut dan tinggal disekitar pelabuhan. Tak lama tinggal dipelabuhan, Dirman diajak seorang pengusaha mebel dari sulawesi untuk dijadikan karyawanya dan istrinya sebagai pembantu rumah tangga. Meskipun hidup sederhana, mbak yeni tetap tidak lupa mengirim sedikit uang ke keluarganya dan tetangganya yang biasa dia bantu.


Sedikit demi sedikit Dirman dan mbak yeni mengumpulkan uang agar secepatnya bisa membuat rumah. Satu tahun disulawesi, mbak yeni bisa membeli tanah. Tentunya tanah itu tak dibiarkan kosong, dia menanam kopi, merica, nanas, pepaya, dll sehingga dia mendapatkan hasil dari tanah yang dia beli. Setelah uang terkumpul dan cukup untuk membuat rumah, Dirman berfikir lain. Dia ingin membangun mushola karena dikawasan dia tinggal tidak ada musholah.


Tanpa terkendali mushola itu dibangun dengan megah dan dia lupa akan niatnya untuk membangun rumah. Setelah mushola itu dibangun sampai selesei. Subhanallah rejeki yang diberikan Allah sungguh nyata, Dirman dipercaya mengurus usaha mebel karena pemiliknya akan pindah kemalaysia untuk tinggal bersama anaknya. Pengusaha itu minta laporan setiap bulannya dan minta 60% dari laba perbulan. Awalnya Dirman ragu, tapi mbak Yeni mendukungnya karena dia mengerti masalah pembukuan dan strategi pemasaran sedangkan Dirman mengerti mengenai seluk beluk mebel. Setelah genap lima tahun Dirman menjalankan usaha mebel tersebut, usahanya berkembang pesat bahkan dia memiliki lima cabang usaha mebel termasuk di jawa timur dekat dengan rumahnya. Bukan hanya itu mbak yeni yang dulunya memiliki tanah yang tidak begitu luas untuk kebunnya, sekarang dia bisa membeli 7 hektar tanah di sulawesi dan 2 hektar tanah di kediri untuk usaha perkebunannya. Sekarang dia memiliki tidak hanya satu rumah seperti keinginannya bahkan dia memiliki beberapa rumah dekat cabang usahanya.


Kini mbak Yeni bukan hanya bisa merubah nasibnya, tapi juga bisa membahagiakan orang-orang disekitarnya.


“Jika Allah berkata kun fayakun semua akan terjadi, tidak ada hal yang tak mungkin didunia ini. “



Gambar dari sini


Sabtu, 15 Mei 2010

MERAIH SURGA DENGAN TAAT KEPADA ORANG TUA

Ada beberapa jalan untuk meraih jannah, dan di antara jalan itu adalah ta’at kapada orang tua. Dan cukup banyak ayat-ayat al-Qur'an yang menerangkan tentang itu. Bahkan dalam beberapa ayat, Allah subhanahu wata’ala merangkaikan ketaatan kepada orang tua dengan beribadah kepada-Nya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat an-Nisa: 36. Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”

Dan dalam surat al-Isra: 23, Allahsubhanahu wata’ala berfirman, Artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Diulang-ulangnya ayat yang menerangkan berbuat baik kepada orang tua, dan dirangkaikannya ketaatan kepada keduanya dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala menunjukkan tentang keutamaan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Hal ini juga didukung dengan beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamyang menerangkan tentang keutamaan birrul walidain.Di antara hadits itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

Artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Ya Rasulullah! Siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli dengan baik? “Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Bapakmu”. (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Dan dalam hadits lain disebutkan, Artinya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammeminta ijin kepadanya untuk ikut berjihad. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, “Ya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberkata kepadanya, “Berjihadlah (dengan berbakti) pada keduanya.” (HR Bukhori kitab al-Adab & Muslim kitab al-Birr wa ash-Shilah)

Ada beberapa kewajiban kita terhadap orang tua yang mungkin dapat disampaikan:

Yang pertama: Berbuat baik kepada keduanya baik dengan perkataan atau perbuatan.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Qur'an-Isro: 23) Artinya, “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ ah”, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Yang kedua: Rendah hati terhadap keduanya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Isro: 24) Artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan”.

Yang ketiga: Mendoakan keduanya baik semasa hidupnya ataupun sesudah meninggalnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, (QS: al-Isro: 24) Artinya, “Dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, Artinya, “Apabila anak Adam mati maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak soleh yang mendoakannya.” ( HR. Muslim kitab al-Washiyyah )

Yang Keempat: Mentaati keduanya dalam kebaikan.

Allah subhanahu wata’alaberfirman, (QS: Luqman: 15), Artinya, “Dan jika kedunya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatau yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah kamu mengikuti keduanya , dan pergaulilah keduanya dengan baik.”

Yang Kelima, Memintakan ampun bagi keduanya sesudah meninggal, yaitu apabila meninggal dalam keadaan Islam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman menceritakan tentang nabi Ibrahim ’alaihissalam dalam (QS Ibrohim: 41), Artinya, “Ya Tuhan kami beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab/ kiamat”.

Juga tentang Nabi Nuh ’alaihissalam dalam (QS: Nuh: 28), Artinya, “Ya Tuhanku ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang beriman laki-laki dan perempuan.”

Dan juga dalam hadits yang disebutkan tadi.

Yang Keenam: melunasi hutangnya dan melaksanakan wasiatnya, selama tidak bertentangan dengan syari’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan ucapan seorang wanita yang berpendapat hutang ibunya wajib dilunasi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan bahwa hutang kepada Allah subhanahu wata’ala berupa shaum nadzar lebih berhak untuk dilunasi

Yang Ketujuh: Menyambung tali kekerabatan mereka berdua, seperti: Paman dan bibi dari kedua belah pihak, kakek dan nenek dari kedua belah pihak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Artinya, “Sesungguhnya sebaik-baik hubungan/ silaturahim adalah hubungan/ silaturohim seorang anak dengan teman dekat bapaknya.” (HR. Muslim kitab al-Qur'an-birr wash shilah)

Yang Kedelapan: Memuliakan teman-teman mereka berdua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuliakan teman-teman istrinya tercinta Khadijah radhiyallahu ‘anha, maka kita muliakan pula teman-teman istri kita. Dan teman-teman orang tua kita lebih berhak kita muliakan, karena di dalamnya ada penghormatan kepada orang tua kita.

Semoga Allah subhanahu wata’ala tidak menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang mendapati masa tua orang tuanya, namun kita tidak bisa berbuat baik kepadanya, karena berbakti kepada keduanya adalah salah satu jalan untuk meraih surga.

Amien.


Oleh : Kang amet

Tukeran link yukk!!!

Logo aq disini...
Host Gambar Gratis